Investasi Apartemen Apakah Menguntungkan?

Investasi Apartemen Apakah Menguntungkan

Investasi Apartemen Apakah Menguntungkan – Setidaknya ada dua alasan mengapa seseorang berinvestasi. Pertama, orang tersebut menginginkan kenaikan modal, kedua, mencari passive income sebagai penghasilan tambahan.

Investasi memiliki proyeksi jangka panjang. Seseorang yang belum berusia 40 tahun, sebaiknya jeli memilih produk poperti yang dapat memberikan kenaikan modal secara agresif. Apartemen adalah salah satu produk properti yang terbilang agresif.

Mengingat harga tanah yang kian tinggi dan terbatasnya lahan untuk hunian, ternyata apartemen bisa menjadi pilihan mumpuni masa kini.

Orang yang produktif lebih mempertimbangkan fasilitas, akses transportasi, dan yang paling penting peluang investasi.

Meski berpeluang baik, sebelum berinvestasi kita harus pintar melihat potensi apartemen itu sendiri.

Bila menginginkan keuntungan, maka mempertimbangkan faktor lokasi adalah hal mutlak.

Tetapi pertanyaannya, lokasi apartemen yang seperti apa yang bisa memberikan keuntungan?

Jawabannya, tentu sunrise property.

Kategori sunrise property cukup beragam. Ada yang menganggap lokasi sunrise property dekat dengan pusat bisnis. Namun ada juga yang mengamini jarak menuju infrastruktur adalah indikator utama.

Di antara berbagai asumsi tersebut, kategori sunrise property adalah lokasi yang memiliki akses jalan yang sudah ada.

Selain itu, kedekatan dengan pusat industri atau pusat bisnis yang sedang mengalami kemajuan, seperti kawasan Cibitung.

Cibitung merupakan kawasan dengan pengelolaan industri terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi relatif dekat dengan Jakarta.

Tak heran dari sisi investasi, properti di kawasan Cibitung menunjukkan imbal hasil yang sangat menjanjikan.

Kondisi ini bisa dibuktikan melalui penjualan dan kenaikan harga apartemen Vasanta Innopark yang dikembangkan PT Sirius Surya Sentosa.

President Director PT Sirius Surya Sentosa, Reggy Widjaya, menyebutkan bahwa tower pertama yang mereka pasarkan dari tahun lalu sudah ludes terjual.

Dia juga menambahkan, saat ini mereka sedang merilis tower kedua yang profil pembelinya sama persis seperti tower pertama, yakni 50:50 antara investor dan end user.

Asumsi harga properti cenderung naik

Asumsi harga properti akan terus berubah, selalu naik dari waktu ke waktu. Dan biasanya asumsi itu berdasarkan beberapa poin berikut ini.

  • Adanya gap antara ketersediaan unit yang ada dengan permintaan apartemen.
  • Kenaikkan harga biasanya karena dipicu NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) yang ditetapkan pemerintah.
  • Developer (pengembang) menerapkan kebijakan ‘goreng harga’.

Dari tiga asumsi di atas, yang perlu diperhatikan sekali adalah poin terakhir.

Aksi ‘goreng harga’ ini merupakan trik dari marketing developer supaya calon pembeli sesegera mungkin memutuskan beli sebelum harga unit naik dalam jangka waktu tertentu.

Mungkin Anda sering mendengar iklan, “segera miliki unit apartemen XYZ. Harga naik Rp 10 juta di akhir bulan”?

Di samping gimmick marketing, trik goreng harga itu juga dimaksudkan untuk memberi rasa aman bagi konsumen yang telah membeli unit tersebut.

Konsumen yang telah membeli merasa diuntungkan karena telah membeli unit tersebut karena harga naik secara signifikan hanya dalam hitungan bulan.

Masalahnya, kebijakan goreng harga tersebut sangat subyektif karena kenaikan harga tidak berdasarkan mekanisme pasar.

Pihak developer mengabaikan apakah permintaan unit itu tinggi atau sebaliknya. Jadi seolah-olah kebijakan goreng harga ini hanya ‘permainan developer’.

Tapi jangan dulu terburu-buru menuduh kebijakan goreng harga sebagai sesuatu yang licik.

Terkadang developer melakukan hal itu sebagai upaya untuk menaikkan nilai unit properti sendiri.

Jika langkah itu tidak dilakukan, maka dikhawatirkan pembeli akan memandang nilai apartemen tersebut stagnan dan tak layak dimiliki.

Waspadai harga semu

Dengan adanya kebijakan goreng harga, pada akhirnya menciptakan harga semu. Maksudnya, harga tersebut bukan terbentuk dari mekanisme pasar, melainkan dari subyektivitas dari developer itu sendiri.

Ketika sisi subyektif yang bermain, maka developer merasa boleh-boleh saja memasang harga tinggi atas apartemen yang akan dijualnya.

Maka dari itu sebelum meminang unit apartemen, sebaiknya lebih dulu mengkalkulasi dengan bijak.

Ketika harga sudah meningkat tinggi atau bahkan harganya semu, pilihan yang perlu dicermati adalah apakah unit tersebut layak sebagai piranti investasi.

Beberapa poin yang perlu dikalkulasi:

  • Perhatikan kapasitas keuangan ketika membeli dengan utang bank (KPR)
  • Bila unit tersebut disewakan, apakah mudah mendapatkan penyewa, atau apakah mudah unit tersebut dijual lagi.
  • Survei apakah harga sewan dengan harga beli unit sepadan?
  • Bandingkan harga unit dengan harga apartemen yang lokasinya berdekatan.

Baca Juga: 6 Tips Cerdas Memilih Apartemen yang Baik dan Aman

Investasi apartemen apakah menguntungkan selamanya?

Secara garis besar, berinvestasi di properti menguntungkan. Terlebih jika kita pintar membaca prospek masa depan suatu kawasan yang telah tergambar dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) pemerintah yang dapat diakes di kantor kecamatan atau Pemda setempat.

Meski begitu tetap ada risikonya. Misalnya saja mengalami penurunan harga.

Contoh, seseorang yang terlanjur membeli unit apartemen dengan harga tinggi bisa saja mengalami kerugian jika harga unit tersebut mengalami ‘titik jenuh/tertinggi’. Ketika kondisi itu terjadi maka mau tidak mau harga akan turun.

Lain halnya jika membeli unit pada harga yang masih wajar, potensi harga naik relatif terbuka lebar. Dan utamanya, peluang untuk harga jatuh atau turun lebih tipis dibanding bila membeli ketika harga di posisi paling tinggi.

Dari hasil analisisnya dapat disimpulkan ada empat faktor utama yang perlu dimiliki dari setiap apartemen, adalah lokasi, harga, keamanan, dan privasi.

Di samping itu, ada juga faktor tambahan lain yang mesti dicermati, yakni dari segi etnis yaitu kebiasaan, gaya hidup, dan kultur penghuninya.

Yang pasti, tidak ada rumus baku yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan harga unit, apakah sedang berada di puncak atau di titik yang wajar.

Masalah fluktuasi harga ini sangat tergantung pada kondisi di daerah masing-masing apartemen tersebut.

Intinya, wajib untuk melakukan survei serta mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang sebuah apartemen sebelum membelinya.

Tentunya informasi itu harus valid. Cek dengan seksama lalu bandingkan tren kenaikan apartemen di suatu tempat dengan apartemen lainnya.

Hal lainnya yang juga turut menentukan adalah faktor hoki yang berperan pada tingkat keberhasilan dalam menemukan apartemen yang punya masa depan bagus.